Wazanmedia.com — Suatu hari, seorang pemuda nekat berkunjung ke istana kerajaan sambil membawa botol minuman keras (khamar). Entah apa yang ada di pikirannya, tapi yang jelas, setibanya di istana, ia disambut hangat oleh Baginda Raja dan para wazir.
Namun, begitu melihat botol khamar di tangan pemuda itu, wajah sang Raja langsung merah padam. Dengan suara menggelegar, ia berseru, “Tangkap pemuda ini! Hukum dia dengan hukuman had minum khamar!”
Pemuda itu terkejut, matanya membelalak. “Lho, kenapa saya dihukum, Baginda?” tanyanya dengan polos.
Sang Raja mendengus. “Karena kamu membawa botol khamar! Itu kan alat untuk minum khamar!”
Pemuda itu terdiam sejenak, lalu tiba-tiba tersenyum sinis. “Oh, kalau begitu, hukum saya dengan hukuman zina juga, sekalian!”
Raja mengernyit. “Apa?! Kenapa?”
Dengan wajah serius tapi penuh percaya diri, pemuda itu menjawab, “Karena saya juga membawa alatnya zina!”
Raja dan para wazir langsung tertawa terbahak-bahak. Suasana yang tadi mencekam berubah riang.
Akhirnya, pemuda itu tidak jadi dihukum.
*Kitab al-Nawadir, karya al-Qalyubi.